July 16, 2009 by hitammerah
Siapa sih Banksy ?
Banksy merupakan seorang ‘Outlaw Artist’ yang berdomisili di UK. Kebanyakan dari karyanya berisi perlawanan terhadap peraturan-peraturan pemerintah Inggris. Diperkirakan nama asli dari sang outlaw artist adalah Robin Banks yang lahir pada tahun 1974. Karya-karyanya menggunakan gaya kombinasi graffiti dan teknik stensil yang distinctive. Topik-topik kulture budaya, etnik, dan politik sering diangkat sebagai tema karyanya. Menurut Tristan Manco, Banksy dilahirkan dan dibesarkan di Bristol, England. Karya-karyanya lahir dari scene underground di Bristol yang mengkolaborasikan musik dan graffiti. Karya yang berjudul “The Flower Chucker” masuk dalam film “The Age Of Stupid”. Sebuah kalimat yang dapat menggambarkannya adalah salah satu ungkapan dari Emo Philips yang berbunyi :
“When I was a kid I used to pray every night for a new bicycle. Then I realised God doesn’t work that way, so I stole one and prayed for forgiveness.”
Continue Reading »
Posted in anarki, budaya, dunia, seni | Tagged anarki, art, banksy, grafiti, inggris, mural, perlawanan, seni, seniman, stencil | 8 Comments »
April 4, 2009 by hitammerah

Melihat iklan-iklan parpol di jalanan, di TV, di selebaran yang diantarkan dari rumah ke rumah, dengan janji bertubi bergambar tampilan rapi, pake peci, pake dasi dan selalu dengan kata ganti `kita` ato `kami`, membuat mereka makin seperti pedagang yang menjual daganganya dengan cara memaksa ato kau dibilang dosa, masuk neraka jika tak membelinya, dan dengan penuh tipu daya tentunya…hahaha

, dengan berdalih perubahan dan kesejahteraan. Padahal pemilu sudah terselenggara sampai puluhan kali sejak negeri ini merdeka dari Belanda, dan penjajahan ternyata diteruskan oleh negara. Siapa yang mau percaya dengan ritual lima tahunan seperti ini ?? Kamu ??Suatu hari aku naik gunung Arjuno bersama beberapa orang teman, yaa gunung yang terkenal angker ituh. Lewat jalur Purwosari, disana terdapat banyak sekali padepokan tempat para pertapa menuntut ilmu/mengumpulkan kesaktian. Aroma kemenyan bertebaran dimana-mana, menambah aroma mistis di badan gunung pada siang yang cukup mendung. Sebuah gapura terbuat dari kayu sebagai pintu masuk area padepokan dari rute sebelumnya, hutan heterogen yang juga bernama cukup mistis, `lali jiwo`. Saat sampe di area padepokan kami beristirahat dan ngobrol dengan orang-orang yang berada di padepokan tersebut. Tidak terlalu lama setelah beristirahat, seorang kuncen/juru kunci ato paranormal ato orang sakti..hmm whotever lah yang mungkin masih berumur 25 tahun, dia memperingatkan kami secara halus agar mengganti semua atribut berwarna merah yang kami pakai, seperti bandana, kaos atopun topi. Karena menurut adat setempat jika kita melakukan pendakian melewati jalur ini dengan memakai atribut warna merah maka kita akan tertimpa kesialan. Dia menceritakan cerita-cerita mistis dari para pendaki yang tidak menghormati adat setempat, ada yang tersesat sampe dua hari ternyata hanya muter-muter di bawah satu pohon saja, ada yang tiba-tiba terlepas dari rombongan pendakiannya, dll. Dan kami pun mematuhi petuah dari juru kunci tersebut. Tidak hanya itu, seorang teman juga pernah bercerita bahwa dia pernah memaksa untuk turun malam dan saat melewati hutan ‘lali jiwo’, dia malah tersesat dan terpaksa bermalam di dalam hutan itu, tapi bisa juga seeh karena dia terlalu lelah dan lupa jalan. Dan pada saat itu aku lebih percaya tahayul, daripada pendakian malah jadi bencana..hehe

. Pendakian kami teruskan dan tanpa ada satu pun halangan yang merintangi kami. Sampe pada pos 2 di sebuah gubuk dengan atap alang-alang, sekitar jam 7 malam, kami bermalam di sana dan melanjutkan rute menuju puncak pada keesokan harinya di pagi yang cerah. Dan kenapa warna merah yah ??
Sebenarnya aku tidak terlalu percaya tahayul, apalagi parpol atopun negara.
*Foto : Kalimati – Gunung Semeru, koleksi pribadi.
Posted in bebas, personal, politik | Tagged angker, arjuno, gunung, kampanye, mistis, negara, parpol, partai, pemilu, pendakian, politik, tahayul | 2 Comments »
April 2, 2009 by hitammerah
sepertinya kita lupa…
seperti apakah kebebasan itu ???
sepertinya kita lupa karena terlalu banyak aturan dimana-mana…
seperti apakah kemerdekaan itu ???
sepertinya kita lupa, karena tiap tahun kita merayakannya…
seperti apakah kemandirian itu ???
sepertinya kita lupa, karena terlalu banyak menyuruh ato disuruh…
seperti apakah kebersamaan itu ???
seperinya kita lupa, saat komputer, video game dan TV telah menginvasi rumah…
seperti apakah kebenaran itu ???
mereka bilang kebenaran ituh hanya ada satu…
seperti apakah kehidupan itu ???
yaa seperti ini, walaupun kita tahu bahwa seperti inilah yang kita benci…
Jumat wage 28 maret 2009, malam yang tidak terlalu dingin.
Posted in bebas, personal | Tagged bebas, benci, gaya h, hidup, ingat, kehidupan, lupa | Leave a Comment »
March 3, 2009 by hitammerah
Artikel ini aku dapat dari kiriman imel seorang kawan yang intinya sebagai kampanye anti-pemilu. Karena pemilu adalah ironi, kebebasan bukan hanya untuk memilih, tapi juga untuk mencipta alternatif-alternatif baru. Karena pemilu nggak akan bikin perubahan, dan sistem yang ada saat ini memang harus diganti dengan sistem yang lain, yang lebih adil dan tidak menindas. Dan karena ‘antoher world is possible’. Okey, selamat membaca…
——————————————–
Dalam demokrasi, harus ada yang menang dan kalah—Hillary Clinton, Program Musik Dahsyat di RCTI 19 Feb 09
Semua revolusi modern telah berakhir dengan kembalinya kekuatan negara—Albert Camus
Dewasa ini, “demokrasi” menguasai dunia. Runtuhnya rezim komunis Rusia, pendudukan di Afghanistan dan Irak yang mengatasnamakan demokrasi, sistem Pemilu multipartai yang semakin dipopulerkan di berbagai negara-negara miskin Dunia Ketiga, pertemuan-pertemuan tingkat dunia yang membahas persoalan demokrasi ekonomi, pembantaian warga sipil palestina di Jalur Gaza dan serangan balas dendam pada warga Israel yang tidak bersalah demi kekuasaan modal, juga jadwal Pemilu pada bulan April 2009 di Indonesia—yang selalu diklaim dan digembar-gemborkan sebagai pesta demokrasi. Lalu kenapa kita tidak merasa ada sesuatu yang menggembirakan, jika demokrasi adalah solusi dari segala masalah kita dan dunia? Kenyataannya dunia masih juga berjalan di antara kemiskinan, pengangguran, penghancuran ekologi, penghancuran hak-hak warga oleh korporasi, dan masalah-masalah lainnya. Lebih dari itu, kemandirian komunitas telah menjadi sesuatu yang benar-benar langka. Apakah ada yang salah dengan “demokrasi”? Apakah ada alternatif yang lebih memungkinkan dari “demokrasi”? Continue Reading »
Posted in aktivisme, anarki, politik | Tagged anarki, anti-pemilu, demokrasi, golput, kampanye, mandiri, negara, organisasi, pemilu, politik, swakelola | 2 Comments »
February 9, 2009 by hitammerah
Sabtu 31 januari 2009. Aku datang lebih awal sekitar jam 1 siang, bantuin temen-temen panitia menyiapkan tempat acara di aula SMAN 2, SMA yang sudah aku tinggalkan sekitar 4 tahun lalu. Kami merapikan backdrop, nggelar karpet, nyetting sound dll. Jam 3 sore gerimisnya nggak juga berhenti, temen-temen sudah mulai ada yang datang ke aula, aku pun mengambil ransel ku untuk pergi ke kamar mandi dan merapikan diri, sementara si Sungging (yang sekarang masih kuliah di pariwisata Unibraw) dan si Ari (yang sekarang masih kuliah di ITN) masih sibuk mensetting sound systemnya. Oiya pada awalnya acara reunian ini akan diberi judul “Tak Lekang Oleh Waktu”, weleh judulnya kerispatih banget…achh sucks!!! (dan vokalisnya kalo menurutku lebih pantes jadi pelawak..haha). Tapi temen-temen panitia banyak yang nggak setuju dengan judul itu dan akhirnya pake judul “BERAWAL DARI SINI”, yaa menurutku cukup cocok judul yang satu ini, terdengar akrab di telinga.
Temen-temen alumni mulai berdatangan satu-persatu, walaupun nggak semua bisa datang, mungkin juga karena cuaca dan kesibukan mereka juga. Bertemu teman lama memang sangat menyenangkan rasanya campur aduk, haru, seru, seneng, gembira, tertawa sama-sama.. Rindu sedikit terobati di acara reunian yang berlangsung mulai jam 3 sore sampe jam 9 malam itu, walapun sebenarnya waktu yang ada belumlah cukup untuk melepas rindu dengan teman-teman. Banyak cerita yang sudah terlewatkan, banyak yang telah berubah dan bertambah ada yang tambah gemuk, tambah cantik, tambah keren, tambah kurus malahan si Wenia udah punya anak, anak perempuanya yang lucu dan cantik, Bunga namanya.. Mereka ada yang sudah bekerja, masih kuliah, lulus kuliah, bahkan ada yang pengganguran katanya..yaa memang selepas SMA_lah baru kita merasakan kehidupan yang sesungguhnya, kerja ato kuliah itu pilihan. ada juga yang terpaksa, terpaksa kuliah atopun terpaksa kerja (yaa seperti aku ini, yang terpaksa kerja…hehe).
Continue Reading »
Posted in personal | Tagged acara, kangen, kumpul, personal, reuni, reunian, sekolah, sma, Teman | 1 Comment »
February 5, 2009 by hitammerah

Tanpa Relaxa, maka nafasmu bau dan tak seorangpun ingin berciuman denganmu…
Tanpa Axe, tak seorang pun ingin menyentuh atau berdekatan denganmu…
Tanpa Revlon dibibirmu, tak ada lelaki yang akan melirikmu…
Tanpa sepatu Adidas, kau tak akan berolahraga dengan baik…
Continue Reading »
Posted in konsumersime | Tagged beli, eksistensi, gaya hidup, kapitalis, kapitalisme, konsumersime, konsumsi, lifestyle, merk | 2 Comments »
December 26, 2008 by hitammerah

Surat bagi para pelajar, Desember 2008
Sebuah surat terbuka dari para pekerja Athena, berhubungan dengan gejolak sosial atas tertembak matinya seorang anak muda berumur 15 tahun, Alexandros Grigoropoulos.
Umur kita berbeda dan keasingan umum ini membuat kita sulit berbicara di jalan2; oleh karena itu kami mengirim surat ini.
Banyak dari kami belum menjadi botak atau menjadi buncit. Kami bagian dari gerakan pada tahun 90-91an. Kalian pasti pernah mendengarnya. Kala itu, meski kami telah menduduki sekolah kami selama 30-35 hari, kaum fasis membunuh seorang guru karena ia telah berjalan melampaui peran yang “seharusnya” ia lakukan dan malah pergi berseberangan jalan; ia telah memihak kepada kami, ke dalam perjuangan kami. Meski yang terkuat dari kita menguasai jalanan dan membuat rusuh. Bagaimanapun, kami tak pernah berpikir seperti yang telah kalian dengan mudah sekali sekarang ini: menyerang kantor polisi (meski pada waktu itu kami bernyanyi “bakar kantor polisi”)
Baca Terusannya …
Posted in aktivisme, anarki, dunia | Tagged aktivisme, anarki, athena, dunia, insureksi, pekerja, pelajar, surat, yunani | 1 Comment »