“Untuk memahami cinta, seseorang harus mengalami patah hati” ~Tankboy
Aku pikir kutipan di atas memang benar adanya. Seseorang yang aku sayangi, aku cintai menyuruhku pergi dari hidupnya, atau dengan kata lain dia meninggalkanku. Seorang kekasih yang sama-sama memiliki sifat keras kepala sepertiku.
Mungkin sudah hampir seminggu ini aku tidak bernafsu makan walaupun perut terasa lapar. Memori-memori indah yang telah berlalu itu seakan menjadi tusukan yang perih saat aku tak sengaja mengingatnya kembali. Hanya ganja dan alkohol yang dapat membantuku tidur beberapa hari ke belakang, membantuku lupa. Teman-temanku menghiburku, mendukungku untuk melewati masa suram ini, membantu mengobati luka yang tak kunjung kering. Sebenarnya aku sudah beberapa kali mengalami patah hati, tapi selalu saja tidak siap untuk menghadapinya lagi.
Aku sudah mencoba memperjuangkannya, seperti kata seorang teman “bahwa cinta memang patut diperjuangkan, dan setelah itu dibebaskan”. Dan yaa mulai hari ini aku melepasnya, aku nggak mau memaksakan egoku.
Aku tidak menyerah pada hidup, aku hanya butuh istirahat. Cinta ada di sekelilingku, teman-temanku, keluargaku.
Meja kerja, 3 September 2011
[*]Curently Listening: Marissa Nadler – Little Hells (Album)


