<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>hitammerah</title>
	<atom:link href="http://hitammerah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hitammerah.wordpress.com</link>
	<description>no need to regret, tomorrow we&#039;re going to make a new mistakes..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 02:01:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hitammerah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3a4ebde569f51e4bf281a94a3416b74f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>hitammerah</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hitammerah.wordpress.com/osd.xml" title="hitammerah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hitammerah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>If it&#8217;s not good, then it&#8217;s not the end (I hope)</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/10/08/if-its-not-good-then-its-not-the-end-i-hope/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/10/08/if-its-not-good-then-its-not-the-end-i-hope/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 06:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[“Everything good in the end. If it’s not good, then it’s not the end.” (tweet seorang teman, saat aku akan menulis tulisan ini) Malam itu aku datang tiba-tiba, tanpa mengabari dia seperti biasanya ketika aku akan ke rumahnya. Aku ingin mencoba apakah nasib akan membuat kami bertemu. Aku membawa surat cinta yang telah aku tulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=342&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>“Everything good in the end. If it’s not good, then it’s not the end.”</em> (tweet seorang teman, saat aku akan menulis tulisan ini)</p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu aku datang tiba-tiba, tanpa mengabari dia seperti biasanya ketika aku akan ke rumahnya. Aku ingin mencoba apakah nasib akan membuat kami bertemu. Aku membawa surat cinta yang telah aku tulis beberapa hari sebelumnya. Jika dia tidak di rumah, mungkin surat itu akan kutitipkan ke siapa saja yang kutemui di rumahnya. Dan saat aku mengantar surat cinta itu sebenarnya aku bermaksud untuk menutup kisahku, merelakannya pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menarikku masuk ke dalam rumah, dan menahanku untuk tidak langsung pulang. Kami duduk berdekatan, kami saling berbincang, bertukar kabar karena kami lama tidak bertemu, dan aku memang sangat rindu dia. Aku genggam tangannya saat berbincang dan aku tatap matanya yang ceria saat itu. Kami berbincang seperti biasa, seperti kondisi saat masih pacaran dulu. Dia ceritakan segala hal, aku yang hanya bisa tahu kabarnya dari facebook yang sempat dia blokir. Dia ceritakan tentang dietnya, beratnya yang turun beberapa kilogram, dia ceritakan tentang rambutnya, dia ceritakan kalau dia habis sembuh dari sakit. Juga dia ceritakan tentang masalahnya dengan Selvi. Dia marah ketika dia tahu nomernya di phonebooku telah aku hapus, saat mabuk. Dia melarangku untuk mengkonsumsi alkohol. Dia suka dengan penampilanku yang katanya lebih rapi waktu itu, potongan rambutku, jaket jeans-ku. Dan dia ceritakan tentang liburannya ke pantai beberapa hari sebelumnya, dengan teman cowoknya yang tidak aku kenal. Dia pamerkan foto-foto liburannya dari handphone saat ke pantai. Yaa! aku sangat senang ketika melihatnya ceria, walaupun aku merasa cemburu karena teman cowoknya itu. Dan entahlah, beberapa hari setelahnya aku malah bermimpi sedang menghajar teman cowoknya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu dia memaksaku makan, menyuapiku dengan kue terangbulan keju, kue kesukaanku. Karena dia tahu aku belum makan malam. Kue yang tanpa rencana dia beli sore itu di dekat warung pangsit mie jamur. Dan kami berbincang lagi, aku tetap menggenggam tangannya. Waktu berjalan begitu cepat, begitu cepat jika aku berada di samping dia, menikmati momen dengannya. Sampai larut malam 22.30, aku tahu dia sudah mengantuk. Tiba-tiba petugas keamanan di lingkungan rumahnya mengetuk pintu, dan mengusirku dengan petuah moralis. Hati dan mulutku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya, ahh entahlah I know it&#8217;s not the end “sampai jumpa lagi, sayang!”</p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu siang, mendung dan rindu, 8 Oktober 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">[*] Aku rindu kamu, dan yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah menulis tentangmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=342&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/10/08/if-its-not-good-then-its-not-the-end-i-hope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Redefining Our Relationships</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/27/redefining-our-relationships/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/27/redefining-our-relationships/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 06:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[*Berikut ini adalah terjemahan dari artikel dalam Zine Profane Existence #44, okey selamat membaca! &#8220;Our belief is that the human capacity for sex and love and intimacy is far greater than most people think -possibly infinite- and that having a lot of satisfying connections simply makes it possible for you to have a lot more.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=335&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">*Berikut ini adalah terjemahan dari artikel dalam Zine Profane Existence #44, okey selamat membaca!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Our belief is that the human capacity for sex and love and intimacy is far greater than most people think -possibly infinite- and that having a lot of satisfying connections simply makes it possible for you to have a lot more.&#8221;</em> —Easton &amp; Liszt. The ethical slut: A Guide To Infinite Sexual Possibilities</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;The most vital right is the right to love and beloved.&#8221;</em> —Emma Goldman</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebuah Interview Dengan Wendy-O Matik tentang Hubungan Terbuka Yang Bertanggungjawab</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Revolusi muncul terjadi dalam berbagai wujudnya. Melalui setiap tindakan-tindakan kita dan setiap kata-kata yang kita ucapkan, kita semua dapat berusaha untuk mewujudkan sebuah revolusi di dalam hati kita dan pada dunia luas pada umumnya. Wendy-O Matik adalah seorang wanita revolusioner yang istimewa. Melalui bukunya, Redefining Our Relationships, dia menghancurkan stereotip norma-norma sebuah bentuk hubungan yang selama ini banyak mengikat dan mencekik kita semua. Dengan puisinya, ia memperlihatkan sebuah bentuk ketelanjangan emosi yang paling mendasar disertai provokasi pikiran yang sangat inspiratif. Wendy-O telah berkeliling dunia melakukan lokakarya, pembacaan puisi, dan mengadakan kelompok-kelompok diskusi disertai dengan dedikasi dimana beberapa orang yang ada di dalam komunitas punk telah mampu mempertahankannya. Dengan semangat, tekad dan kekuatan, Wendy-O berjuang untuk meruntuhkan sistem. [Diwawancarai oleh Adrienne Droogas pada 13 September 2003]<span id="more-335"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Bagaimana cinta dapat menjadi sesuatu yang revolusioner, menjadi suatu tindakan politik?</strong><br />
WM: Sebelum Anda dapat mengubah atau memperbaiki dunia, perubahan nyata dimulai dalam diri Anda. Ketika Anda dapat meradikalkan apa yang ada dalam pikiran Anda, raga, jiwa, dan hati, maka Anda dapat mengubah dunia bersama setiap orang yang berhubungan dengan Anda. Radical Love (Cinta yang Radikal), seperti yang dijelaskan dalam buku saya, Redefining Our Relationships: Guidelines for Responsible Open Relationships, berhasrat untuk menantang patriarki, media, serta konstruksi-konstruksi sosial yang dipaksakan kepada kita tentang bentuk sebuah hubungan dengan cara membayangkan suatu bentuk pendekatan tentang cinta yang bersifat non-hirarkis. Ketika Anda mendefinisikan kembali konsep-konsep besar seperti cinta, keintiman, seks, serta hubungan bagi diri Anda sendiri, Anda telah mulai menggoyang belenggu status quo yang selama ini banyak membatasi dan melarang kita untuk memiliki bentuk-bentuk hubungan yang lebih sehat dan lebih memuaskan. Untuk mencintai secara terbuka dan tanpa batasan adalah sesuatu yang revolusioner karena hal ini menantang kemapanan tatanan sosial dan status quo. Untuk mencintai secara radikal adalah untuk mengambil kendali atas hak Anda untuk mencintai sebagaimana cara Anda memutuskan, berdasarkan kebutuhan-kebutuhan serta keinginan Anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan istilah ini, apa arti &#8220;open relationship&#8221; menurutmu?</strong><br />
WM: Kalau boleh, saya ingin merujuk kepada buku saya. Sebuah hubungan yang terbuka (Open Relationship) secara radikal atau mendasar adalah berbeda, sebuah bentuk hubungan yang didefinisikan ulang di luar status quo, di mana setiap mitra atau pasangan mendorong sebentuk pernyataan cinta yang non-restriktif, tidak saling membatasi, namun tetap serius berkomitmen kepada pasangan utama mereka atau kepada setiap mitra, teman-teman, dan kekasih. Secara teori, sebuah hubungan yang terbuka berusaha untuk mencari dan menerapkan sebentuk cinta yang non-hirarkis, tanpa sekat-sekat kasta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Apa yang membuat Anda memilih gaya hidup non-monogamis?</strong><br />
WM: Saya seorang aktivis yang bekerja berdasarkan hati. Saya selalu merasa seolah-olah saya memiliki kapasitas yang sangat besar untuk mengasihi semua orang –tuna wisma di jalanan, wanita jompo yang tak berdaya di sebelah rumah, seseorang dimana saya hanya punya waktu 5 jam saja untuk bercakap-cakap dan bertukar pikiran dengannya, dan tentu saja, sahabat saya, keluarga, dan yang lainnya. Ketika akhirnya saya mampu mengakui pada diri sendiri bahwa saya memiliki hak asasi serta kewajiban kepada diri saya sendiri untuk mencintai sebanyak mungkin orang yang saya inginkan atau yang saya perlukan, maka saya menyadari bagaimana sebuah hubungan yang monogamis, sebagaimana yang telah diuraikan oleh masyarakat kebanyakan, tidak akan pernah bekerja untuk saya. Saya tidak akan pernah bisa menyesuaikan diri dengan hal tersebut. Cinta yang Radikal, atau kebebasan untuk mencintai sebanyak mungkin yang Anda inginkan, menjadi suatu pandangan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Hal-hal apakah yang menjadi kesalahpahaman atas konsep polyamory?</strong><br />
WM: Hubungan yang terbuka bukan hanya tentang seks yang terbuka. Ada seribu atau lebih banyak cara untuk mencintai setiap orang –dan seks adalah bagian yang mudah dan sederhana. Ini menjadikan satu hal yang cukup kreatif untuk dapat secara aktif berkomitmen untuk menjadi seseorang yang penuh cinta kasih pada banyak tingkatan (misalnya memeluk, memegang, saling mendengarkan, menyampaikan surat cinta, bertukar inspirasi, dan sebagainya) yang memisahkan Anda dari norma yang ada. Hubungan yang terbuka memiliki hanya sedikit keterkaitan dengan seks dan segala sesuatu dilakukan dengan perizinan, kejujuran, konsekuensi, penghapusan perasaan-perasaan posesif, saling mendukung, dan komunikatif. Saya mendorong orang-orang untuk menyadari stereotip mereka sendiri tentang apa arti sebuah hubungan yang terbuka. Anda bebas untuk menentukan hubungan Anda dengan cara apapun sesuai keinginan hati Anda, asalkan penghormatan pada setiap pribadi serta integritas adalah intinya. Kesalahpahaman lainnya bagi mereka yang baru mengenal tentang hal hubungan terbuka adalah masalah komitmen. Sebuah hubungan terbuka yang bertanggung jawab memerlukan kesediaan yang paling jujur untuk berkomitmen terhadap masa depan setiap dan semua hubungan. Setiap individu yang menganut pola non-monogamis bukanlah &#8220;swingers&#8221; (mudah berpindah-pindah pasangan) seseorang yang mencari orang yang mudah diajak berbaring atau melakukan seks tanpa pengaman. Bahkan pada kenyataannya, hubungan yang terbuka tidak berfungsi sama sekali tanpa semua pihak yang terlibat untuk bersama membuat komitmen tentang kejujuran, komunikasi, kesabaran dan kerja keras. Pasangan-pasangan non-monogamous secara sederhana bersedia untuk terlibat dalam komitmen secara mendalam, hubungan serius yang mendalam dengan lebih dari satu orang, seperti mitra utama, teman, kekasih, atau sahabat pena.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Seks adalah sebuah aspek penting dari sebuah hubungan. Bagaimana dinamika seksual diperlakukan ketika sebuah hubungan menjadi bersifat terbuka?</strong><br />
WM: Sebuah pertanyaan yang bagus. Topik tentang seks adalah masalah yang paling dipilih bagi siapa saja yang skeptis tentang hal hubungan yang terbuka, dan itulah sebabnya saya sengaja mencoba, dalam buku saya, untuk mendefinisikan kembali gagasan kita tentang seks atau keintiman seksual. Saya ingin mengulik dari buku saya lagi, menurut definisi saya, Making Love (bercinta) sama dengan Being Loving (saling mencintai): setiap apa pun dimana anda menumpahkan hati dan perasaan anda kepadanya, termasuk hubungan seksual, berjabat tangan, berciuman, surat cinta, sebuah tawaran perdamaian, S/M, seni, musik, masturbasi, fetishes, fantasi-fantasi, sebuah panggilan telepon, sebuah pelukan hangat, apa pun yang menyenangkan Anda, apa pun yang terasa menyenangkan, langit adalah batasnya. Apakah Anda berada dalam hubungan monogami atau non-monogamous, Anda tetap saja bebas untuk menetapkan batasan-batasan. Seks mungkin menjadi salah satu batasan yang dapat Anda tentukan, dalam kerangka hubungan Anda dengan pasangan Anda, teman, kekasih, sahabat pena, apakah keintiman seksual diperbolehkan atau tidak. Misalnya, dalam sebuah hubungan yang terbuka yang memiliki dua mitra utama, masing-masing dari Anda akan bernegosiasi bila Anda ingin berbagi kekasih, atau jika Anda ingin untuk menahan diri dari hubungan seksual, tetapi mencium, memeluk, dan mungkin surat cinta diperbolehkan. Pedoman-pedoman ini akan selalu dapat disesuaikan-ulang dan dinegosiasikan-ulang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Bagaimana ide serta tujuan-tujuan dalam buku Anda dapat diterapkan ke dalam scene punk?</strong><br />
WM: Sebagai seorang punk sendiri, dimana saya dibesarkan dengan sejumlah tertentu kesadaran dan kepekaan bahwa saya adalah berbeda, berpikir secara berbeda, hidup secara berbeda, nampaknya menjadi hal yang natural, alamiah, bahwa saya akan mencintai secara berbeda pula. Ide-ide dalam punk selalu mendorong untuk mau berpikir, bertanya, waspada, dan untuk tidak memapankan diri atas tekanan-tekanan sosial. Saya pikir bahwa cinta yang radikal dan hubungan-hubungan alternatif jelas ada di dalam pikiran dan hati kebanyakan dari kita. Buku saya mengalamatkan aspek-aspek feminis dan anarkis tentang cinta, dari perspektif atau sudut pandang punk. Semoga beruntung ketika mencoba mencari sudut pandang punk tentang cinta dan hubungan; kebanyakan buku-buku menyuarakan baik new-age atau sangat free love &#8217;70-an. Saya berharap punk atau scene alternatif akan menemukan dalam buku saya sebuah suara, pendapat, serta perspektif dimana mereka dapat menghubungkan diri dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Buku Anda dikerjakan dengan sepenuhnya DIY. Bagaimana prosesnya sehingga buku ini dapat dipublikasikan?</strong><br />
WM: Proses-proses untuk mempublikasikan atau menerbitkan secara mandiri sangatlah luas untuk dapat dijelaskan dalam satu kesempatan pembicaraan. Jadi, saya akan mendorong orang-orang yang benar-benar tertarik untuk mengambil sebuah kelas atau seminar, itulah yang saya lakukan. Hal ini memberi saya kerangka-kerja dan dasar-dasarnya. Saya juga merekomendasikan sebuah buku yang ditulis oleh Robert Bowie Johnson, berjudul Publishing Basics (Dasar-dasar Penerbitan). Buku ini bagus sekali, ringkas, tetapi menyeluruh. Pengalaman saya adalah menjadi salah satu yang mengemis-meminjam-&amp;-mencuri. Mark dari Regent Press di Oakland, yang mengajarkan seminar tentang publikasi-mandiri, telah menjadi mentor saya, membantu saya mendapatkan diskon dan potongan untuk kertas dan menjawab jutaan pertanyaan-pertanyaan saya. Teman lain, untuk bir dan burrito, mencetaknya. Punks with Presses memberiku diskon gila-gilaan untuk cover atau sampul. Seniman grafis teman saya, Eve, bersedia duduk selama berjam-jam bekerja untuk tata letak dan ilustrasi, sebagai ganti makan malam dengan menu vegan dan produk organik. Aku bahkan berteman dengan seorang yang bekerja di penjilidan besar yang memberikan diskon menakjubkan. Dengan semuanya itu, buku ini tidak mungkin dapat terwujud tanpa upaya dan bantuan dari punk serta teman-teman lainnya. Saya juga mengadakan pertunjukan dengan karya seni (artwork), banyak band, dan orasi atau perbincangan dalam rangka untuk membantu menutup beberapa pengeluaran saya. Get creative! (Jadilah kreatif!)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Apakah Anda merasa masyarakat memberikan stigma tertentu tentang polyamory? Jika memang demikian, mengapa?</strong><br />
WM: Setiap ideologi atau teori atau konsep yang bertentangan dengan apa yang telah tertanamkan oleh masyarakat pada kita selalu beresiko untuk menjadi suatu stigma atau mengalami pendiskreditan. Jika Anda melangkah ke luar status quo dan mengajukan suatu pola gaya hidup dimana mayoritas masyarakat tidak memiliki persetujuan dengan hal tersebut, maka mereka akan merasa terancam. Ancaman inilah yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk pengucilan atau perendahan suatu sudut pandang alternatif. Mencintai sebanyak mungkin orang yang Anda inginkan, memperluas kapasitas hati dan jiwa Anda untuk membuat setiap hubungan menjadi bermakna, menjalani banyak hubungan kemitraan, dan membayangkan potensi dalam diri Anda untuk dapat lebih berkembang secara lebih mendalam, menjalani hubungan yang sehat dan kuat dengan teman-teman, rekan kerja Anda, keluarga Anda, well, aku rasa itu sudah cukup untuk mengatasi beberapa masalah yang timbul oleh masyarakat kebanyakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Bagaimana pendapat anda tentang kecemburuan?</strong><br />
WM: Saya rasa kecemburuan berfungsi sebagai semacam pedoman emosional, seperti yang telah dibahas dalam buku saya. Seperti sebuah analogi tentang bawang, setiap orang merasakan kecemburuan dalam derajat tertentu tetapi ketika anda mulai mengupas lapisan-lapisan kulit bawang, bila Anda benar-benar meluangkan waktu untuk memeriksa kembali dari manakah emosi-emosi yang timbul di sekitar kecemburuan berasal, maka anda menemukan inti atas hal-hal personal secara jauh lebih mendalam, seperti perasaan tidak aman, kekecewaan, perasaan takut kehilangan seseorang, takut ditinggalkan, bahkan saling-ketergantungan. Kecemburuan adalah semacam jendela unik untuk masuk ke dalam dan memeriksa apa yang sedang terjadi di dalam diri kita. Kebanyakan orang memilih untuk kembali menyalahkan orang lain, dan tidak pernah meluangkan waktu untuk dapat benar-benar melihat ke dalam. Saya sungguh percaya bahwa dengan memeriksa akar dari kecemburuan Anda, tanpa menyalahkan dan menghukum orang lain dan disertai dengan banyak sekali latihan dan praktek, dapat mewujudkan hubungan-hubungan secara lebih lama, lebih sehat, dan pastinya lebih memuaskan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Bagaimana sebuah persahabatan dapat dianggap sebagai sebuah hubungan?</strong><br />
WM: Ketika kita mengembangkan pemahaman kita tentang apa arti sebuah hubungan atau potensi apa yang dimiliki ke depannya, maka kita akan mulai melihat bagaimana setiap hubungan yang bermakna, baik platonis ataupun seksual, adalah suatu bentuk hubungan (relationship), termasuk teman-teman, keluarga, sahabat pena, bahkan dengan hewan peliharaan Anda. Sekali lagi, ini akan kembali pada gagasan atau praduga yang kita terima bahwa &#8220;hubungan (relationship)&#8221; melibatkan seks. Ini menyiratkan hierarki yang tak diungkapkan, seolah-olah hubungan seksual Anda lebih penting daripada hubungan persahabatan Anda. Bila Anda berkomitmen untuk menghormati semua hubungan Anda, apakah Anda sedang melakukan hubungan intim dengan mereka atau tidak, maka anda secara tidak langsung mulai berpikir dan bertindak di luar kotak, di luar gagasan Hollywood tentang sebuah hubungan, di luar apa yang telah ditanamkan oleh orangtua Anda dalam diri Anda. Hal ini adalah revolusioner. Anda mungkin menemukan bahwa Anda akan lebih suka menikah dengan teman Anda. Anda mungkin memutuskan untuk membuat suatu perjanjian dengan sahabat baik Anda untuk tumbuh tua bersama-sama, untuk saling mengurusi anak-anak satu sama lain, untuk berkomitmen seperti pasangan-sehidup-semati.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Hal apakah yang menjadi dinamika-dinamika yang paling penting dalam menciptakan sebuah hubungan terbuka yang sehat?</strong><br />
WM: Sebuah hubungan terbuka yang bertanggung jawab harus dibangun atas dasar sebuah kepercayaan. Tentang bagaimana Anda membangun fondasi itu akan berbeda bagi setiap orang. Sebagai contoh, salah seorang teman polyamor saya mengatakan bahwa dia dan pasangannya (dan kekasih) telah memiliki semacam kontrak yang saling menguntungkan yang telah disesepakati secara bersama-sama dan akan direvisi dan dapat diatur kembali selama beberapa kali dalam setahun. Seperti yang diuraikan dalam buku saya, Kejujuran dan Komunikasi dan pengaturan garis-garis pedoman yang disepakati secara bersama adalah beberapa kunci untuk memiliki hubungan yang sehat dan abadi dalam setiap apapun. Ketika sesuatu tidak bekerja sebagaimana mestinya atau menjadi stagnan atau menimbulkan ketidakpercayaan, maka setiap orang berkomitmen untuk mengevaluasi kembali aturan-aturannya dan menjadi kreatif tentang bagaimana Anda akan membuatnya bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PE: Sukacita terbesar apakah yang dibawa oleh pola non-monogami ke dalam hidup Anda?</strong><br />
WM: Saya sedang menulis tentang ini di jurnal saya malam itu. Kenyataannya adalah setiap kali saya memberikan cinta, kapasitas saya untuk mencintai menjadi berkembang. Dalam beberapa hal, kita tahu bahwa kita tidak bisa memiliki terlalu banyak teman, well, kita juga tidak bisa memiliki terlalu banyak kekasih. Ini adalah matematika yang sederhana: ketika Anda mencintai satu orang, cinta yang Anda rasakan bagi orang lain tidaklah berkurang atau menghilang. Cinta dapat menjadi sebuah neraka obat-obatan yang dahsyat! Kadang-kadang saya merasakan seperti ketika orang-orang lain sibuk mengobati diri pada saat mereka menghancurkan diri sendiri, saya mencoba untuk secara berani dan menyerang untuk menyuarakan tentang pentingnya hasrat, gairah, gejolak di dalam hati, cinta, emosi, dan pentingnya membangun hubungan yang bermakna dengan setiap orang yang Anda temui. Salah satu manfaat paling penting dalam 13 tahun hubungan terbuka, yang telah berakhir tahun lalu, telah menjadi satu kenyataan bahwa saya telah dirawat dan dipupuk oleh hubungan-hubungan lain di luar sana dimana mereka masih sangat bersemangat, sangat intim, semua di dalamnya. Jadi ketika mitra utama saya pergi, saya masih memiliki jaringan kekasih dan teman-teman dan keluarga yang mengagumkan, saling mendukung, dan yang akan selalu ada. Saya telah melatih hati dan jiwaku dengan cara dimana kebanyakan orang akan lari ketakutan. Saya akan hidup dan mati sebagai seorang perempuan yang menjalani hidupnya dengan caranya sendiri, yang menetapkan standar-standarnya sendiri, dan bebas untuk mencintai siapapun yang saya inginkan dan bagaimana saya menginginkannya. Saya ingin melihat kembali hidup saya ketika saya nanti berusia 80 dan merasa nyaman dengan semua cinta yang telah saya berikan, dan bukan tentang bagaimana saya menahan diri atau menegakkan dinding-dinding atau menahan diri untuk alasan ini atau itu. Mengejar kebebasan pribadi semacam ini telah membawa saya pada banyak sekali kepuasan serta pencapaian dalam hidup saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan periksa website saya di www.wendyomatik.com. Dan berikan dukungan pada penerbitan kecil yang independen tentang perempuan yang didistribusikan melalui Profane Existence. Terima kasih yang tulus dihaturkan bagi dukungan dari semua orang, dan pelukan hangat untuk Adrienne dan Dan.</p>
<p style="text-align:justify;">BUKU-BUKU TENTANG POLYAMORY:<br />
Skin: Talking about Sex, Class &amp; Literature by Dorothy Allison<br />
Polyamory: The New Love without Limits by Dr. Deborah M. Anapolis<br />
The Ethical Slut: A Guide to Infinite Sexual Possibilities by Dossie Easton &amp; Catherine A. Liszt<br />
Breaking the Barriers to Desire: New Approaches to Multiple Relationships by Kevin Lano &amp; Claire Parry<br />
Living My Life: An Autobiography by Emma Goldman<br />
The Traffic in Women and Other Essays on Feminism by Emma Goldman<br />
Lesbian Polyfidelity by Celeste West<br />
The Lesbian Polyamory Reader by Marcia Munson &amp; Judith P. Stelboum (eds.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=335&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/27/redefining-our-relationships/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Percakapan sunyi, atau alienasi teknologi?</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/05/percakapan-sunyi-atau-alienasi-teknologi/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/05/percakapan-sunyi-atau-alienasi-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 01:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Sore menjelang malam, di sebuah cafe yang nyaman, aku bersandar pada kursi sofa. Bersama seorang cewek temanku SMA, seorang cowok temanku SMA juga, dan dua orang cewek yang baru saja aku kenal hari itu. Dua orang cewek itu adalah teman dari temanku SMA tadi. Suasana tenang diiringi lantunan lagu jazz, kami tidak sedang mengobrol. Mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=332&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sore menjelang malam, di sebuah cafe yang nyaman, aku bersandar pada kursi sofa. Bersama seorang cewek temanku SMA, seorang cowok temanku SMA juga, dan dua orang cewek yang baru saja aku kenal hari itu. Dua orang cewek itu adalah teman dari temanku SMA tadi. Suasana tenang diiringi lantunan lagu jazz, kami tidak sedang mengobrol. Mereka sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Aku melirik temanku cowok, sepertinya dia sedang membalas sms dari temannya. Aku melirik satu-persatu temanku yang lain, mereka juga sibuk mengetik di handphone Qwerty-nya, entah apa yg mereka ketik, mungkin sedang sibuk dengan Facebook, Twitter, BBM (BlackBerry Messenger), atau entahlah.</p>
<p style="text-align:justify;">Handphoneku bergetar pertanda ada sms masuk, aku hanya membaca sms itu dan tidak membalasnya, sms yang tidak terlalu urgent untuk dijawab saat itu pikirku. Karena handphoneku juga sedang low-bat, maka aku letakkan kembali di atas meja di samping gelas berisi teh. Aku tetap diam, kami tetap diam. Aku menggaruk-garuk kepala walaupun tidak ada yang gatal, lalu menggaruk-garuk pantatku, karena memang ada yang gatal. Masih tetap sepi, sampai akhirnya camilan yang kami pesan datang dan memecah sepi. Horee!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Teknologi membuat sesuatu yang jauh menjadi penting, tapi itu cuman kerjaan orang-orang yang nggak tau lagi hal penting yang perlu dia lakuin di tempatnya kini berada.”</em> ~Crimethought</p>
<p style="text-align:justify;">Cafe Bogor, 6 Juni 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=332&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/05/percakapan-sunyi-atau-alienasi-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku hanya butuh istirahat, cinta ada di sekelilingku</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/03/aku-hanya-butuh-istirahat/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/03/aku-hanya-butuh-istirahat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 07:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk memahami cinta, seseorang harus mengalami patah hati&#8221; ~Tankboy Aku pikir kutipan di atas memang benar adanya. Seseorang yang aku sayangi, aku cintai menyuruhku pergi dari hidupnya, atau dengan kata lain dia meninggalkanku. Seorang kekasih yang sama-sama memiliki sifat keras kepala sepertiku. Mungkin sudah hampir seminggu ini aku tidak bernafsu makan walaupun perut terasa lapar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=316&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Untuk memahami cinta, seseorang harus mengalami patah hati&#8221;</em> ~Tankboy</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pikir kutipan di atas memang benar adanya. Seseorang yang aku sayangi, aku cintai menyuruhku pergi dari hidupnya, atau dengan kata lain dia meninggalkanku. Seorang kekasih yang sama-sama memiliki sifat keras kepala sepertiku.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sudah hampir seminggu ini aku tidak bernafsu makan walaupun perut terasa lapar. Memori-memori indah yang telah berlalu itu seakan menjadi tusukan yang perih saat aku tak sengaja mengingatnya kembali. Hanya ganja dan alkohol yang dapat membantuku tidur beberapa hari ke belakang, membantuku lupa. Teman-temanku menghiburku, mendukungku untuk melewati masa suram ini, membantu mengobati luka yang tak kunjung kering. Sebenarnya aku sudah beberapa kali mengalami patah hati, tapi selalu saja tidak siap untuk menghadapinya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sudah mencoba memperjuangkannya, seperti kata seorang teman &#8220;bahwa cinta memang patut diperjuangkan, dan setelah itu dibebaskan&#8221;. Dan yaa mulai hari ini aku melepasnya, aku nggak mau memaksakan egoku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak menyerah pada hidup, aku hanya butuh istirahat. Cinta ada di sekelilingku, teman-temanku, keluargaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Meja kerja, 3 September 2011</p>
<p style="text-align:justify;">[*]Curently Listening: Marissa Nadler &#8211; Little Hells (Album)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=316&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/09/03/aku-hanya-butuh-istirahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamu percaya tuhan?</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/06/22/kamu-percaya-tuhan/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/06/22/kamu-percaya-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 07:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Malam kemarau yang dingin, aku dan dia duduk berdampingan di teras depan rumahnya, sembari menatap purnama. “Kamu percaya tuhan?” tanya dia. Aku terdiam beberapa detik, aku bingung menyusun kata untuk menjawab pertanyaan itu. Dan dia memotong keheningan itu, “Pasti jawabanmu fifty-fifty kan?” Aku hanya tertawa kecil, lantas aku berkata “Aku tidak tahu, apakah aku memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=309&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<p style="text-align:left;">Malam kemarau yang dingin, aku dan dia duduk berdampingan di teras depan rumahnya, sembari menatap purnama.</p>
<p style="text-align:left;"><em>“Kamu percaya tuhan?” </em>tanya dia.</p>
<p style="text-align:left;">Aku terdiam beberapa detik, aku bingung menyusun kata untuk menjawab pertanyaan itu.</p>
<p style="text-align:left;">Dan dia memotong keheningan itu<em>, “Pasti jawabanmu fifty-fifty kan?”</em></p>
<p style="text-align:left;">Aku hanya tertawa kecil, lantas aku berkata <em>“Aku tidak tahu, apakah aku memang perlu tuhan untuk kupercayai.. Hmm mungkin tuhanku alam semesta, jika dalam bentuk riil”.</em></p>
<p style="text-align:left;">Aku balik bertanya padanya, <em>“Kalau kamu?”</em></p>
<p style="text-align:left;">Lantas dia menjawab <em>“Aku percaya akan tuhan, tuhan itu ada dalam imajinasiku..”</em></p>
<p style="text-align:left;">Jawaban singkat yang membuat aku terdiam dan menyimaknya dengan seksama.</p>
<p style="text-align:left;">Dan dia menambahkan <em>“Tuhan ada dalam imajinasi yang membantuku mengatasi masalah, menemaniku saat sedih, dan senang.”</em></p>
<p style="text-align:left;">Dia memang cewek yang sederhana dan istimewa pikirku, itulah yang membuatku selalu rindu.</p>
<p style="text-align:left;">Bosan Kerja, 16 Juni 2011</p>
<p>[*] Jika lebih banyak orang yang meng-ada-kan tuhan lewat imaji, dan tidak memaksakan imajinya ke orang lain, mungkin dunia saat ini akan lebih nyaman untuk ditinggali.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=309&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/06/22/kamu-percaya-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam Selasa</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/04/10/malam-selasa/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/04/10/malam-selasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 11:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal dia pun aku belum lama, dia yang katanya pelupa.. Bersepeda pada malam selasa.. Saat pelajar dan pekerja melakukan rutinitas membosankan mereka, di rumah.. Sunyi jalanan dan sepeda, gelandangan membakar sampah.. Malam yang cerah, dia berbagi kisah, aku berbagi kisah.. Jembatan, taman kota, dan lampu kota.. &#160; Apa aku sedang bermimpi? atau dia yang membuatku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=305&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal dia pun aku belum lama, dia yang katanya pelupa..</p>
<p>Bersepeda pada malam selasa..</p>
<p>Saat pelajar dan pekerja melakukan rutinitas membosankan mereka, di rumah..</p>
<p>Sunyi jalanan dan sepeda, gelandangan membakar sampah..</p>
<p>Malam yang cerah, dia berbagi kisah, aku berbagi kisah..</p>
<p>Jembatan, taman kota, dan lampu kota..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa aku sedang bermimpi? atau dia yang membuatku lupa dengan mimpiku?</p>
<p>Subuh, 6 April 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[*] Curently Listening: Sigur Rós &#8211; Glósóli</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>NB: Untuk dia yang sedang sakit, karena terlalu lelah bersepeda, dan aku merasa bersalah. Aku tau kata-kata emang nggak bisa nyembuhin sakit. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=305&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/04/10/malam-selasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kematian, Pasti</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/kematian-pasti/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/kematian-pasti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 23:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti biasanya setelah beberapa bulan ini aku tidak lagi bekerja, aku bangun sepagi itu. Jam 7 pagi, aku terbangun karena perutku terasa sakit, mungkin karena masuk angin dan beberapa hari sebelumnya aku sering telat makan. Aku langsung bangun dari tempat tidur, berjalan menuju meja makan dan menuangkan segelas air putih, kebiasaanku setelah bangun tidur, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=290&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tidak seperti biasanya setelah beberapa bulan ini aku tidak lagi bekerja, aku bangun sepagi itu. Jam 7 pagi, aku terbangun karena perutku terasa sakit, mungkin karena masuk angin dan beberapa hari sebelumnya aku sering telat makan. Aku langsung bangun dari tempat tidur, berjalan menuju meja makan dan menuangkan segelas air putih, kebiasaanku setelah bangun tidur, minum segelas air putih. Dan selanjutnya aku menuju kamar mandi, menuntaskan sakit perutku. Saat akan keluar dari kamar mandi, aku mendengar handphoneku berdering, tanda ada telpon masuk. Kakaku mengantarkan handphoneku, beberapa detik sebelum aku membuka pintu kamar mandi. Seorang temanku, cewek, temanku sejak SMA yang menelponku.<em> &#8220;Hey bangun, bangun!&#8221;</em> kata dia,<em> &#8220;aku sudah bangun dari tadi&#8221;</em> jawabku. Dia melanjutkan <em>&#8220;koq tumben?! ..aku takut, aku barusan mimpi buruk, aku kira itu nyata.&#8221; &#8220;Mimpi buruk bagaimana?&#8221;</em> tanyaku. <em>&#8220;Aku mimpi kamu meninggal, dan aku datang ke rumahmu ketika kamu sudah dikuburkan..&#8221; &#8220;Trus, sebab kematianku itu apa?&#8221;</em> tanyaku penasaran, <em>&#8220;Kata kakakmu, kamu udah beberapa hari kritis di rumah sakit, tapi aku dan teman-teman nggak ada yang tau kalo kamu sedang kritis di rumah sakit. Kamu kritis karena kamu kebanyakan minum minuman keras campur campur gitu.&#8221; &#8220;ouw.. aku gak apa apa koq, aku baik-baik aja.. ini barusan keluar dari kamar mandi, sakit perut, makannya aku bisa bangun sepagi ini.&#8221;</em> timpalku. <em>&#8220;Tuh kan, sakit perut.. kamu terlalu sering minum yang aneh aneh itu.&#8221; &#8220;Enggak koq, kalo ini karena masuk angin..&#8221;</em> jawabku. <em>&#8220;Yaudah, kamu kurangin tuh kebiasaan minum alkoholmu!&#8221;</em> tegasnya. Kami pun ngobrol-ngobrol sebentar, dan berakhir karena dia akan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kematian, beberapa minggu ini sepertinya aku sering mendengar kata itu. Pertama, dapat kabar bahwa temanku jauh dari Solo akan bunuh diri, dan untunglah ternyata tidak terjadi. Lalu beberapa hari yang lalu, ibu dari temanku meninggal, dan aku ikut ke pemakamannya. Kemarin, temanku atau lebih tepatnya kakak tingkatku di organisasi pencinta alam sewaktu SMA dulu, meninggal di usia 30an, karena sakit. Salah satu kepastian dalam hidup ini adalah kematian, hanya saja kita tidak akan pernah tau itu kapan. Hmm.. lantas aku berpikir, bertanya pada diriku sendiri, apakah kematian harus ditakuti? aku kira tidak, karena itu sudah pasti terjadi, dan aku mencintai hidup ini dengan segala susah senang, baik buruknya. Yang aku takutkan adalah jika aku tidak benar-benar hidup, menghidupi hidupku, sebelum aku mati. Karena banyak orang yang mati sebelum dia benar-benar hidup, aku hanya ingin hidup sebelum aku benar-benar mati.</p>
<p style="text-align:justify;">30 Maret 2011</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">[*] Curently Listening: Warsore – Brutal Reprisal, Phobia – Get Up And Kill</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=290&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/kematian-pasti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>For Every Girl (and Boy)</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/for-every-girl-and-boy/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/for-every-girl-and-boy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 23:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Untuk setiap cewek yang lelah berpurapura lemah padahal ia kuat, ada seorang cowok yang lelah berpurapura kuat ketika ia merasa lemah. Untuk setiap cowok yang terbebani karena selalu diharapkan untuk mengetahui segalanya, ada seorang cewek yang kesal dengan orang yang selalu meragukan kecerdasannya. Untuk setiap cewek yang lelah karena selalu dianggap terlalu sensitif, ada seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=292&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cewek yang lelah berpurapura lemah padahal ia kuat, ada seorang cowok yang lelah berpurapura kuat ketika ia merasa lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cowok yang terbebani karena selalu diharapkan untuk mengetahui segalanya, ada seorang cewek yang kesal dengan orang yang selalu meragukan kecerdasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cewek yang lelah karena selalu dianggap terlalu sensitif, ada seorang cowok yang takut menjadi lembut&#8230; Menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cowok dimana bersaing adalah satu-satunya cara untuk membuktikan kemaskulinannya, ada seorang cewek yang disebut tidak feminin ketika ia bersaing.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cewek yang membuang peralatan memasaknya, ada seorang cowok yang berharap akan memilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cowok yang tidak membiarkan iklan mendikte keinginannya, ada seorang cewek yang menghadapi serangan industri periklanan yang merendahkan harga dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk setiap cewek yang melangkah maju demi pembebasannya, ada seorang cowok yang menemukan jalan menuju kebebasannya sedikit lebih mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>*Ini tulisan terjemahan dari puisinya Nancy R. Smith (1973)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=292&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/for-every-girl-and-boy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langit Terbuka Luas, Kenapa Tidak Pikiranku</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/langit-terbuka-luas-kenapa-tidak-pikiranku/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/langit-terbuka-luas-kenapa-tidak-pikiranku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 22:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Membaca tulisan seorang teman atau lebih tepatnya pernyataan tentang perempuan dan harga diri, dalam sebuah grup diskusi di facebook, yang bertuliskan seperti ini: &#8220;Perempuan dihina dalam kubangan materialisme. Mereka tidak dianggap manusia. Mereka ditampilkan semata barang dagangan. Keindahan tubuhnya disejajarkan dengan komoditi yang diklankan. Secara fisik dan psokologis mereka diperas habis-habisan. Mereka dipaksa untuk semata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=287&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Membaca tulisan seorang teman atau lebih tepatnya pernyataan tentang perempuan dan harga diri, dalam sebuah grup diskusi di facebook, yang bertuliskan seperti ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Perempuan dihina dalam kubangan materialisme. Mereka tidak dianggap manusia. Mereka ditampilkan semata barang dagangan. Keindahan tubuhnya disejajarkan dengan komoditi yang diklankan. Secara fisik dan psokologis mereka diperas habis-habisan. Mereka dipaksa untuk semata melayani kepuasan biologis. Akibatnya mereka melakukan apa saja tanpa merasa malu sedikitpun. Tidak ubahnya seperti binatang bahkan lebih parah lagi.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apa sebenarnya yang mereka cari? Mencari uang dengan cara menjual kehormatannya? Mencari kepuasan nafsu dengan cara berzina? Supaya dibilang cantik dengan cara mempertontonkan auratnya?<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>masih punya harga diri kan! Selamat Hari Perempuan Sedunia, yeaaa,&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8220;</em></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan aku tidak sepakat ketika dia menyatakan bahwa harga diri seorang perempuan itu dinilai dari caranya berpakaian, berperilaku, dan sampai-sampai menyatakan bahwa perempuan yang menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial) adalah hal yang sangat hina dina. Dan kenapa itu hanya tertuju pada perempuan? lantas bagaimana dengan seorang laki-laki atau seorang transgender, atau bahkan seorang transeksual yg menjadi PSK?! aku menganggap bahwa dia seksis, moralis. Aku memang tidak sepakat dengan cara dia memandang, entah itu terlepas atau tidak dari norma sosial. Dan persetan dengan norma sosial, sejak norma sosial hanyalah penghakiman brutal, pemaksaan, dan nggak mau tahu bagaimana caranya memahami kehidupan, dan pilihan individu yang berbeda-beda. Aku bukanlah seorang yang pro-prostitusi, anti-prostitusi, semenjak beberapa dari kita tidak punya lagi banyak pilihan di tengah himpitan ekonomi. Dan aku juga bukan seorang patriarkis, ataupun pro-feminis yang hanya akan bertindak membela jika korbannya adalah perempuan, dan bukan seorang yang berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan itu sama saja, sebab aku justru lebih tertarik dengan perempuan karena perbedaannya, keindahannya, dibandingkan diriku sebagai laki-laki.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menghormati setiap pilihan individu, dan mencoba memahaminya, walaupun setiap pilihan itu akhirnya akan menciptakan gesekan-gesekan pertentangan, dan aku pikir itu hal yang wajar. Dan itu bukan berarti aku menganggapnya salah, hanya saja pilihan yang berbeda. Aku akan selalu belajar bagaimana caranya memahami, dan untuk tidak menghakimi. Langit terbuka luas, kenapa tidak pikiranku.</p>
<p style="text-align:justify;">20 Maret 2011</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">[*]Curently Listening: Zee Avi &#8211; First Of The Gang To Die</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=287&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2011/03/31/langit-terbuka-luas-kenapa-tidak-pikiranku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semacam Berhala Baru</title>
		<link>http://hitammerah.wordpress.com/2010/07/30/semacam-berhala-baru/</link>
		<comments>http://hitammerah.wordpress.com/2010/07/30/semacam-berhala-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 09:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hitammerah</dc:creator>
				<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hitammerah.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[(mungkin harus kubunuh!) Ketika sXe menjadi sakral, maka aku akan memukulmu hingga sadar dengan botol beer atau whisky. Ketika vegan menjadi sakral, aku tidak peduli, aku akan tetap makan daging, kecuali produk semacam McD atau KFC. Ketika persatuan menjadi sakral, aku sudah berlari meninggalkan gerombolan dan kutinggalkan ranjau di sekitar kalian. Dan ketika label hippies, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=279&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(mungkin harus kubunuh!)</em></p>
<p>Ketika sXe menjadi sakral, maka aku akan memukulmu hingga sadar dengan botol beer atau whisky.</p>
<p>Ketika vegan menjadi sakral, aku tidak peduli, aku akan tetap makan daging, kecuali produk semacam McD atau KFC.</p>
<p>Ketika persatuan menjadi sakral, aku sudah berlari meninggalkan gerombolan dan kutinggalkan ranjau di sekitar kalian.</p>
<p>Dan ketika label hippies, hedonis, anarkis, kau pakai sebagai pembenaran, aku dapat berubah menjadi apapun yang aku suka.</p>
<p>Aku tidak butuh manual pada apa yang layak dan apa yang tidak patut.</p>
<p style="text-align:right;">Boredom, 30 Juli 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hitammerah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hitammerah.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hitammerah.wordpress.com&amp;blog=4202579&amp;post=279&amp;subd=hitammerah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hitammerah.wordpress.com/2010/07/30/semacam-berhala-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87ea3cd1695ac073ff5368cf284a2db7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hitammerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
